Senin, 15 September 2008

SELAMET AND SELAMAT

Renungan Kebaktian Kaum Wanita, Jum'at 27 Juni 2008

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus
untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.
Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Efesus 2:8-10

Setiap kita pasti senang jika menerima ucapan selamat. "Selamat ulang tahun, Selamat pagi, ..... "dsb. Begitu juga ketika kita nyaris celaka ataupun selamat dari kecelakaan, "selamet....selamet...." Begitu bukan? Artinya, setiap manusia menganggap penting arti sebuah keselamatan, meskipun celaka atau maut itu suatu saat masih bisa menimpa kembali, sehingga tidak ada seorangpun yang dapat memiliki keselamatan yang sejati dalam hidupnya sebelum ia terhindar atau dijamin pasti akan terhindar dari malapetaka yang terakhir. Lalu bagaimana agar kita terhindar atau memperoleh jaminan pasti terhindar dari malapetaka yang terakhir?

Keselamatan yang sejati itu bisa diperoleh kalau penyebab malapetaka itu diatasi atau dibereskan. Penyebab malapetaka itu adalah dosa manusia. Karena dosa itulah maka manusia tidak mungkin menghampiri Allah. Bukan karena Allah sangat jahat sehingga Ia tidak memperbolehkan manusia berdosa menghampiriNya, melainkan karena sifatNya yang maha-suci itu tidak memungkinkanNya dihampiri oleh manusia yang berdosa.
Banyak usaha manusia dalam berbagai metode dan cara agar bisa 'menghampiri' Allah. Namun usaha manusia tidak mampu memenuhi kriteria Allah, sehingga Allahlah yang akhirnya berinisiatif menghampiri manusia. Namun demikian, meskipun misi Allah telah terealisasi, manusia tetap saja berusaha dengan cara dan metodenya untuk memperoleh 'keselamatan'. Mereka tidak menghargai karya Allah dalam Yesus. Artinya mereka tidak mau menerima keselamatan, padahal keselamatan itulah yang mereka damba-dambakan.

Gereja Tuhan harus berhati-hati jangan sampai kita terjebak dengan cara hidup yang tidak menghargai karya Allah dalam menyelamatkan manusia. Perbedaan itu sangat tipis sehingga jika kita tidak betul-betul mengerti dan memahami Firman yang menunjukkan tentang karya keselamatan Allah maka janji keselamatan itu justru terlepas dari kita. Karena yang Allah minta adalah hanya dengan iman. Sebab kita diselamatkan oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, bukan dengan usaha kita. Hati-hati dengan penyesatan dan metode psikologis yang justru sering membuat kita tidak menyadari karya keselamatan yang sudah Allah kerjakan.

Allah sangat ingin manusia ciptaanNya kembali dalam hadiratNya, karena itu Ia memberikan Yesus Kristus bagi manusia. Percayalah pada Tuhan Yesus, kerjakan FirmanNya, dan jangan lepaskan iman kita dariNya.
Tuhan Yesus memberkati kita.

Tidak ada komentar: